Terbaru
Berita
Artikel
Release
Fiqh
Keluarga
Muslimah
Video
Analisis
Muslimah
Keberhasilan Islam dalam mendirikan sebuah Negara di kawasan gurun sahara yang penuh dengan kekufuran dan kebodohan merupakan hasil terpenting yang diperoleh Islam sejak dimulainya dakwah. Ketika itu kaum Muslimin dari mana-mana saling mengajak : Marilah pindah ke Yatsrib! Hijrah yang mereka lakukan itu bukan semata-mata untuk menjauhkan diri dari fitnah, gangguan dan ejekan kaum musyrikin Quraisy, tetapi sekaligus juga merupakan usaha bersama dan saling bantu mendirikan sebuah masyarakat baru di daerah yang aman.
Di antara orang-orang yang dini berhijrah ke Madinah ialah Abu Salmah, isterinya dan anak lelakinya. Ketika mereka sudah bertekad bulat hendak meninggalkan Mekkah, sanak saudara dari pihak isterinya berkata kepadanya: “Nafsumu telah mengalahkan kami, apakah engkau tidak memikirkan bagaimana nasib isterimu itu? Tidak ada alasan bagi kami untuk membiarkan engkau pergi membawa isterimu ke perantauan!” Mereka lalu menahan isteri Abu Salmah dan melarangnya pergi. Sanak saudara Abu Salmah sendiri setelah melihat isterinya dilarang pergi mengikuti suaminya, mereka marah kepada sanak saudara isteri Abu Salmah. Mereka berkata: “Kalau begitu, kami tidak bisa membiarkan anak lelaki kami ini (yakni anak lelaki Abu Salmah) hidup bersama ibunya!” Anak lelaki Abu Salmah itu ditarik ke sana dan ke sini menjadi rebutan di antara sanak saudara dua orang suami isteri itu. Pada akhirnya anak lelaki itu dibawa pergi oleh sanak saudara Abu Salmah, Abu Salmah berangkat seorang diri ke Madinah. Setahun lamanya sejak berpisah dengan anak lelaki dan suaminya, isteri Abu Salmah selalu menangis. Salah seorang dari kaum kerabatnya yang merasa belas kasihan, kemudian berkata kepada sanak saudaranya: “ Apakah kalian belum juga mau membiarkan perempuan yang malang itu pergi menyusul keluarganya? Kalian sungguh kejam memisahkan seorang perempuan dari suami dan anak lelakinya!” Akhirnya mereka memberitahu isteri Abu Salmah, bahwa ia boleh pergi menyusul suaminya, bila mau. Setelah minta supaya anak lelakinya dikembalikan dari tangan kaum kerabat suaminya, perempuan itu berangkat bersama anaknya hijrah ke Madinah.
Ketika Shuhaib hendak berangkat hijrah ke Madinah, orang-orang kafir Quraisy berkata kepadanya: “Ketika baru datang di tengah-tengah kami engkau adalah seorang gelandangan yang hina dan melarat. Kemudian di tengah-tengah kami engkau menjadi seorang yang berharta dan dapat mencapai apa yang engkau inginkan. Apakah sekarang engkau hendak pergi membawa harta kekayaanmu? Tidak, itu tidak boleh terjadi!” Shuhaib menjawab: “Apakah kalau semua harta kekayaanku kuserahkan kepada kalian, kalian akan membiarkan aku pergi?” Mereka menyahut: “Ya….tentu!” Kalau begitu, sekarang juga seluruh kekayaanku kuserahkan kepada kalian….” Ia melaporkan peristiwa itu pada Rasulullah Saw. Beliau menanggapinya dengan ucapan: “Shuhaib mendapat laba (keuntungan)
Demikianlah cara kaum Muhajirin meninggalkan Mekkah, ada yang berangkat dalam bentuk rombongan dan ada pula yang berangkat secara perorangan, satu demi satu, hingga Mekkah hampir kosong dari orang-orang yang memeluk agama Islam. Kaum Musyrikin Quraisy merasa bahwa Islam sekarang telah mempunyai daerah dan perbentengan sendiri yang sanggup melindungi keselamatannya. Mereka takut menghadapi tahap penting dari proses da’wah Risalah Muhammad Saw. Mereka sedemikian beringas bagaikan binatang buas yang takut akan kehilangan nyawanya.
Ketika itu Muhammad Saw masih berada di Mekkah. Bisa atau tidak beliau harus menyusul para sahabatnya, entah hari ini entah esok. Beliau harus segera bersiap-siap sebelum datang gilirannya.
Sumber : Muhammad Al-Ghazali, Fiqhus Sirah, Al-Ma’arif, Bandung
Aku dedikasikan untuk tuan putriku tercinta…
Kau tak pernah mengeluh ketika engkau tahu kita tak akan memiliki apa-apa. Puas hatimu hanya memiliki sedikit dari apa-apa yang kau butuhkan. Sementara, orang lain mungkin akan pergi meninggalkanku ataupun mengeluh, tapi kau tak pernah sekalipun merasa resah.
Kau benar-benar mengerti, apa yang telah Rabb kita tuliskan hari ini adalah apa-apa yang akan menjadi santapan pengisi perut kita. Aku tidak pernah mengeluhkan makanan apapun yang ada di hadapanku. Karena ku tahu, kedua tanganmu yang menyiapkan dan membawakannya padaku.
Di kala ku tak memiliki apa-apa, yang kupunyai adalah engkau…
Kita berdua pun tersenyum, sementara kita saksikan berbagai macam kerusakan dan marabahaya mengancam kita, kita ketahui bahwa mereka yang mengincar kita tidaklah berada di atas kebenaran. Dan kau istriku, sedikitpun engkau tak pernah memberikan rasa simpati pada musuh-musuh kita.
Tak pernah aku mempertanyakanmu, kau adalah penyimpan segala rahasiaku, penjaga kehormatanku, dan keyakinan agamaku terasa aman ketika berada disisimu. Engkau pun tahu, hidup bersamaku akan menghantarkan berbagai macam kesulitan untukmu, tapi tak pernah terucap keluhan dari bibirmu.
Tuan putriku, kau adalah sosok yang kuat dan itu membuatku juga merasa kuat. Kau ibaratkan ujung tombak umat ini, tapi kau sembunyikan kekuatanmu. Wanita lain akan bergesa-gesa mengutamakan kesenangan, keinginan dan hawa nafsu mereka. Sementara kau, engkau adalah esensi ketaqwaan.
Hidup ini terasa lebih mudah ketika bersamamu. Kau adalah pelengkap diriku dan aku tidak akan pernah bisa menjelaskan melalui untaian kata, aku tidak akan lebih baik jika tanpamu. Engkau tahu dimana tempatmu berada, yakni selalu di sampingku.
Kau tahu, ada satu hal sepele yang membuatku yakin akan bersamamu seumur hidupku. Dari caramu memandangku, di dalam matamu aku tahu bahwa akulah satu-satunya pria yang kau mau.
Kau pun curi hatiku, lantas kau sembunyikan ia.
Aku amat mencintai rasa kecemburuanmu. Aku suka menggodamu dengan menyebut orang lain hanya supaya aku bisa tahu, bagaimana dalamnya rasa sayangmu padaku.
Setan pun tak memiliki kesempatan untuk mendekatimu karena kau tak pernah tertinggal dalam Sholat Fajar. Aku teramat suka ketika kau terlebih dahulu meninggalkan ranjang tempat tidur kita untuk menyongsong puasa.
Aku senang, kebenaran lebih kamu cintai dari pada hidupku dan berbagai perhiasan dunia ini. Kala ku melihatmu sedang mengurus anak-anak kita, dalam batinku aku tersenyum dan bertanya-tanya, aku tak akan pernah menginginkan wanita lain selainmu.
Cintaku, sebenarnya kita bisa saja memiliki semua kesenangan dunia ini. Akan tetapi, siapakah gerangan yang rela menjual surga untuk kemudian ditukar dengan satu kesenangan semu ini? Bukan kita! Tak akan kita seperti itu!
Aku telah memilihmu wahai cintaku sebagaimana aku tahu bahwa anak-anakku akan aman bersamamu. Tak kan pernah aku merasa harus mengkhawatirkan al wala’ wal baro’ dari bayi-bayi kecil kita. Mereka akan mencintai apa yang kita cintai, mereka akan mencintai Allah yang Mahasuci dan Maha Tinggi, mereka akan mencintai Nabi dan para sahabatnya.
Mereka akan hidup untuk melayani satu kalimat, “La illaaha illallah Muhammad Rasulullah!”
Orang lain mungkin akan menyerah ketika memperjuangkannya, tapi anak-anak kita tidaklah akan demikian. Detak jantung mereka akan senantiasa mengiringi kalimah syahadah, lisan mereka akan senantiasa bersaksi atasnya, dan kedua belah tangan mereka akan meninggikannya.
Tuan putriku, cintaku, jangan berpikir aku pergi meninggalkanmu.
Jangan berpikir bahwa di dunia ini ada sesuatu yang lebih berharga bagiku, daripada saat-saat ketika aku melangkah menuju rumah kita, dan aku mengetahui siapakah di balik pintu itu yang tengah menunggu kepulanganku.
Aku pergi untuk menemukan tempat yang lebih baik bagi kita, aku pergi untuk memenuhi penawaran dari Rabb yang mempertemukan kita. Perniagaan bisnis paling indah dan terbaik keuntungannya diantara yang terbaik. Yakni Surga.
Allah selama ini benar-benar amat menyayangiku, kenapa? Karena Dia memberikanmu padaku. Dan hal yang paling sulit bagiku adalah ketika kembali menyerahkanmu padaNya, lalu pergi memunggungimu.
Orang-orang mengatakan, bahwa mereka tak bisa memahami apa yang kita lakukan, mereka tak mengerti bahwa setelah ini semua kesedihan akan terlupakan, dan rumah baru kita telah menantikan kedatangan kita.
Kita sedang berbicara tentang sungai madu dan susu yang mengalir di Surga. Kita sedang berbicara tentang istana bertaburkan mutiara dan singgasana emas disana.
Sungguh, aku teramat takut gerbang Surga akan menutup sebelum aku bisa memasukinya. Aku khawatir orang lain akan mendahuluiku.
Aku tahu kau akan mengirim anak-anak kita untuk mencari ayah mereka, kau akan memberitahu putra-putri kita bahwa mereka akan menemukanku di setiap pertempuran dimana Bendera Hitam berkibar. Katakan kepada anak-anak kita, bahwa burung-burung hijau akan pergi menemui mereka mengabarkan kesyahidanku.
Aku pernah mengatakan, hanya 2 hal yang akan selalu kumiliki, Kau istriku dan kematian. Aku hidup bersamamu, tapi sekarang aku harus menikah lagi. Aku harus menikahi apa yang telah dijanjikan kepadaku ketika aku dilahirkan ke dunia ini. Aku harus menikahi taqdirku itu, dan sebagai imbalannya aku harus menikahi kematian.
Setelah kematian datang dan diriku di hisab, aku akan berdiri di barisan para syuhada’ yang merupakan sebaik-baiknya makhluk yang telah Allah ciptakan. Dan setelahnya, aku akan memohonkan izin pada Allah untuk mempertemukan kita kembali.
Tidak ada wanita yang cukup layak untuk berdiri di sampingku selain engkau. Lantas kenapa aku mengingninkan wanita lain di akhirat?
Istriku cintaku, hidupku saat ini tanpa kehadiranmu memang amat menyulitkanku. Tapi kita tahu, setelah ini kehidupan kita di akhirat akan menjadi lebih indah pun dikelilingi oleh keabadian…
[arkan/ytb/shoutussalam]
Alhamdulillah, washshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah. Ikhwati fillah, berikut ini sekelumit nasehat yang ditujukan bagi al-faqir sendiri dan kaum wanita pada umumnya. Silahkan disimak semoga bermanfaat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang banyaknya wanita yang menghuni neraka dan penyebabnya.
“Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“. (H.R. Bukhari-Muslim)
Hadits di atas tentu merupakan peringatan penting bagi kaum wanita, lantas bagaimana caranya agar para wanita selamat dari api neraka?
Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 35:“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah (berdzikir), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab: 35)
Selaras dengan firman Allah di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan solusi, agar wanita selamat dari adzab neraka. Beliau bersabda:
“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” (HR. Al-Bukhari No. 304)
Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Ibnu ‘Umar ra:
“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar (meminta ampun). karena aku melihat mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” (HR. Muslim No. 238).
Maka tak heran, ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam turut memberi dorongan kepada para wanita untuk bersedekah, maka para Muslimah kemudian berbondong-bondong melepaskan perhiasannya sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat pada hari Idul Fithri dua rakaat dan tidak shalat sebelum maupun sesudahnya. Kemudian (setelah menyampaikan khutbah kepada hadirin) beliau mendatangi tempat para wanita sementara Bilal menyertai beliau. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka mulailah mereka melemparkan perhiasan mereka (ke kain yang dibentangkan Bilal untuk menampung sedekah), ada wanita yang melemparkan anting-anting dan kalungnya.” (HR. Al-Bukhari no. 964 dan Muslim no. 2054)
Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma pernah bertanya kepada Rasulullah, dimana ia tak memiliki harta melainkan apa yang diberikan suaminya:
“Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rizkimu’.” (HR. Al-Bukhari no. 2590 dan Muslim no. 2375)
Anjuran Rasulullah ini begitu kuat, bahkan apabila seorang wanita tidak memiliki kelebihan harta ataupun makanan, kecuali sedikit, Rasulullah tetap memberikan dorongan baginya untuk bersedekah dan tidak menahannya, terutama kepada tetangganya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai wanita-wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. Al-Bukhari no. 6017 dan Muslim no. 2376).
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Takutlah kalian kepada api neraka walaupun (untuk menjaga diri dari neraka tersebut) kalian hanya dapat bersedekah dengan sepotong belahan kurma .” (HR Bukhari :1358)
Ikhwati fillah, Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menerangkan, “Janganlah seorang wanita menahan untuk memberi sedekah dan hadiah kepada tetangganya, karena kekurangannya yang ada pada dirinya dan ia meremehkan apa yang hendak diberikannya. Namun hendaknya ia bersifat dermawan, memberi apa yang mudah baginya untuk diberikan walaupun hanya sedikit, seperti sepotong kaki kambing. Itu lebih baik daripada tidak memberi sama sekali. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
“Siapa yang beramal kebaikan walaupun hanya seberat semut yang sangat kecil niscaya ia akan melihat balasannya.” (Az-Zalzalah: 7).
Demikian pula Al Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan, “Dari hadits ini (perintah sedekah bagi wanita, red.) dapat diambil beberapa pelajaran, diantaranya: anjuran menyampaikan nasihat, sebab nasihat dapat menghilangkan sifat tercela tersebut serta sedekah itu dapat menghindarkan azab dan mungkin dapat juga menghapuskan dosa yang terjadi antara para makhluk.” (Fathul Bari, jilid 1, hlm. 422.).
Demikian sekelumit nasehat ini, yang benar datangnya dari Allah Ta’ala maka janganlah kita menjadi orang yang ragu. Kesalahan itu datangnya dari syaitan, maka kami memohon ampun. Wallahu a’lam bishshawab.
(wedad/shoutussalam)
*gambar hanya ilustrasi
Pemakalah memaparkan: “karena pembahasan ini tidak sebatas tinjauan dalil syar’i saja akan tetapi juga pola masyarakat yang berlangsung yang digunakan sebagai pertimbangan untuk membahas permasalahan ini. Pada hakikatnya masalah ini amatlah rumit di kalangan masyarakat yang terdidik hanya dengan satu sudut pandang saja, pengajaran yang sistematis dan informasi yang masuk akal tidak akan bisa membantu mengubah keyakinan masyarakat” saya katakan: “ini adalah keyakinan mereka yang tidak akan terpisahkan : norma masyarakat, adat serta fanatisme… selesai.
Hal tersebut benar-benar bertolak belakang dengan kebenaran. Akan tetapi kami ingin membantu menunjukkan tentang wajibnya menutupi aurat berdasarkan Al Quran dan Al hadits. Allah berfirman:
apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka… (Al Ahzab: 53)
ini adalah dalil yang jelas atas wajibnya menutupi wajah dan seluruh tubuh. Banyak orang-orang yang tak berilmu yang menafsirkan bahwa ayat ini terkhusus untuk para istri Nabi SAW. Penjelasan yang lebih jelas akan kami paparkan setelah ini.
Allah berfirman:
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (Al Ahzab: 59)
Ibnu Abbas semoga Allah meridhainya, telah menafsirkan ayat tersebut dengan: “Allah memerintahkan wanita-wanita beriman apabila mereka keluar dari rumah mereka untuk suatu keperluan hendaknya mereka menutupi wajah mereka mulai dari ujung kepala dengan jilbab ke seluruh tubuh kecuali mata. Perumpamaannya sebagaimana Ubaidah Assalmani.
Allah berfirman:
dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, (An Nur:31)
Ibnu Mas’ud berkata: “Ats Tsiyab” itu adalah baju kurung atau jilbab, apabila tidak memungkinkan baginya untuk menggenakannya maka dia termasuk orang yang dimaafkan. Demikian pula apabila angin menerpa baju kurung tersebut sehingga bagian dari tubuhnya tersingkap tanpa disengaja.
Lanjut menurut Ibnu Mas’ud: “kaedah bagi perempuan yang tidak ingin menikah maka tidak ada dosa bagi mereka dan hendaknya mereka menjulurkan baju kurung mereka sehingga menutupi perhiasan mereka dan menjaga kesucian lebih baik bagi mereka”
Bukti yang menunjukkan bolehnya menampakkan wajah bagi perempuan yang berbadan besar yang putus asa untuk menikah, Jasshash berkata: “boleh bagi perempuan untuk menampakkan wajahnya dan tangannya karena dia tidak menarik”.
Adalah nabi Shollallahu ‘alai wasallam bersabda: “sesungguhnya perempuan itu adalah aurat, apabila dia keluar maka syaithan menyambutnya” (HR Turmudzi). Ini adalah dalil yang jelas tentang wajibnya menutupi seluruh tubuh bagi wanita tanpa pengecualian.
Dalil tersebut dan dalil-dalil yang lain telah menunjukkan tentang jelasnya perintah menutup wajah, dan perintah untuk tunduk sepenuhnya terhadap agama tidak pada adat dan fanatisme masyarakat. Cukuplah anda berangan-angan dan berfikir: wahai pemilik fitnah yang teragung, demikian dengan wajah dan kaki, apakah ia mengetahui bahwa syariat mewajibkan untuk menutupi kaki dan membolehkan menampakkan wajah!?
Sehubungan dengan adat serta fanatisme, maka ia terbagi menjadi 2 jenis.
1. Adat yang tidak bertentangan dengan dalil syar’i, dan hal tersebut adalah perbuatan yang terpuji misal penutup kepala bagi perempuan (kerudung).
2. Adat yang bertentangan dengan syariat, hal tersebut diharamkan menurut syariat, dan hal itu suatu perbuatan tercela, seperti masuknya seorang laki-laki ke dalam ruangan perempuan yang bukan mahramnya.
Jika demikian adat serta fanatisme yang dilakukan oleh manusia tidak boleh dicela dan tidak boleh dipuji akan tetapi harus jaga jarak. Apabila adat tersebut diperbolehkan menurut syariat maka kita terima dan kita amalkan tapi dengan pendekatan berislam. Apabila tidak ada dalam syariat maka kita menghindarinya.
Untuk itu ketika menjumpai adat istiadat, serta norma dalam masyarakat, maka terdapat pembahasan syar’inya, adat istiadat itu tercela karena menyelisihi syariat, akan tetapi pembahasan kami terkhusus hanya pada menutup wajah.
Ketika masyarakat terdidik dan mengadopsi untuk menutup wajah, maka itu adalah adat yang baik yang terdapat dalam syariat. Ada sebagian orang yang melakukannya atas landasan adat dan norma, inilah kebanyakan manusia, sedangkan ada juga diantara manusia yang mengerjakannya karena landasan kecintaan terhadap agama dan syariat islam. Fakta inilah yang banyak terjadi di kalangan manusia.
Tujuan dari pemaparan ini adalah, bahwasannya adat menyarankan agar membuka wajah dan melepas hijab, dan memakai hijab karena itu adalah hak manusia. Mereka berpendapat bahwa menutup wajah adalah sebuah produk adat dan budaya yang tidak ada hubungannya dengan agama. mereka menggembar-gemborkan pendapat tersebut (bahwasannya menutup wajah adalah bagian adat yang tidak patut ditiru) sehingga Membuat orang-orang terpengaruh dan ragu, agar mereka merasa ringan untuk melepas hijab mereka. karena adat bertujuan mengganti hijab dengan hal yang dianggap tidak berdosa. Maka yang seperti ini adalah bentuk menyelisihi agama. Menggantikannya dengan sesuatu yang tidak berdosa dan salah. Hal ini tidak berarti keseluruhan yang mengatakan: menutup wajah adalah bagian dari adat, maka dalam keadaan darurat hendaknya seseorang melepas hijabnya dan menampakkan wajahnya, tidak demikian, sebenarnya yang berkata seperti itu hanya berdasarkan prasangka yang dijadikan pembenaran. Perkataan yang seperti itu menandakan kedangkalan ilmunya tentang dalil-dalil serta pendapat para ulama tentang wajibnya menutup wajah. Seandainya ia faham terhadap suatu masalah ini maka dia tidak akan pernah berkata demikian selama-lamanya. Bagaimana orang tersbut berpendapat demikian, sedangkan para ulama telah bersepakat bahwa bercadar lebih utama dalam semua tinjauan. Sungguh fitnah itu sumber fitnah itu wajib tertutupi.
penerj: Faht Tony
sumber: http://saaid.net/female/index.htm
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Week
- Inilah Sistem Pendidikan Khilafah Islamiyyah
- Lihatlah Ri'ayah Khilafah Pada Panti Asuhan di Niwawa
- Lihat Video Daulah Islam, Mayoritas Tentara Irak Mengundurkan Diri karena Takut
- Penjelasan Perlakukan Khilafah Terhadap Nasrani di Wilayahnya
- Sebuah Bom Syahid Guncang Baghdad, 100 Ekor Tentara Syiah Binasa
- Antara Adat dan Hijab
- Mahasiswi Indonesia Tewas di Mesir Setelah Dirampok
- Surat Cinta dari Mujahid kepada Istri
- The independet: Islamic State benar-benar Sebuah Negara
- Amerika Manfaatkan FSA Untuk serang Khilafah
Arsip
-
▼
2014
(164)
-
▼
September
(68)
- Kewalahan Hadapi Khilafah, Assad Mau Bergabung den...
- IS Menjadi Perbincangan Paling Menonjol di Twitter...
- 10 FAKTA TENTANG MUJAHIDIN IS (ISLAMIC STATE)
- Apakah Daulah Islam Pantas Disebut Negara?
- Hijrahnya Ummu Salamah
- Hukum Membantu Kafir dalam memerangi Umat Islam
- Khilafah Tembak Jatuh Pesawat F-15 AS
- Syeikh Ahlul Bait Lebanon Berikan Dukungan Pada Kh...
- Jundu Khilafah Al-Jazair Berbaiat Kepada Khalifah ...
- 10 Negara Arab Bersama AS Perangi Khilafah
- Keluarga Foley Merasa Dibohongi AS
- Terungkap, Kesaksian Abu Dzar Iraqi Ternyata Dibaw...
- Daulah Islam akan Gelar Penaklukan Besar-Besaran t...
- Inggris Kirim 1,6 juta Poundsterling pada Pasukan ...
- Muslimah, Bekerja Atau Menjadi Ibu Rumah tangga?
- Musuh Bebuyutan Islam Ini Akan Perluas 3 Pangkalan...
- Jaminan Khilafah Pada Keselamatan Warganya
- 13 Diserang AS, Taliban Malah Semakin Eksis
- Pembunuhan Puluhan Anggota Ahrar Syam Kemungkinan ...
- Media Jihad, Never die!
- Allahuakbar, Khilafah Pantau Pasukan Assad dengan ...
- Khilafah Wajibkan Setiap Wanita Menutup Aurat dan ...
- Puluhan Anggota Ahrar Syam Tewas Dibom, Skenario B...
- Jihadis Afrika Utara Insya Allah Akan Bergabung de...
- Kabar Burung Al-Baghdady Tewas ternyata cuma Hoax
- Tentara Syiah Irak Bom Rumah Sakit di Tikrit
- Mengapa Khilafah Belum Serang Israel?
- Liga Arab Nurut PBB Setujui Serangan Terhadap Khil...
- Inilah Sistem Pendidikan Khilafah Islamiyyah
- Amerika Manfaatkan FSA Untuk serang Khilafah
- Mirip Israel, Pengecut Bashar Assad Bombardir Pasa...
- Koalisi Peshmerga-AS Kembali dipecundangi Tentara ...
- Ini Dia Pemimpin Baru Mujahidin As Syabab Somalia
- Khilafah Bangun Pelayanan Publik di Provinsi Baru ...
- AS Bombardir Mosul, Wanita dan anak-anak Tewas
- Koplak, Pesawat AS Malah Bunuh Tentaranya Sendiri
- Ayatussyaithan Khomeini Bersekutu dengan AS Untuk ...
- The independet: Islamic State benar-benar Sebuah N...
- Lihatlah Ri'ayah Khilafah Pada Panti Asuhan di Niwawa
- Ngelunjak, Kepala Genk Teroris Obama Malah Kirim T...
- Khilafah Ancam Akan Lengserkan Vladmir Putin
- Operasi Militer Istisyhadiyyah Mujahidin Hancurkan...
- Mujahidin Yaman Nyatakan Baiat pada Khalifah ibrahim
- Ustadz ABB Akan Rilis Buku " Surat Terbuka kepada ...
- 2 Tank Buatan AS Remuk Dihajar Khilafah
- Isu Penghancuran Makam Nabi, Cuma Hoax Bikinan Med...
- Pesawat Tempur Thaghut Suriah Tewaskan Penumpang Bus
- Strategi Khilafah Taklukkan Israel
- Khilafah Kembali Bagikan Sembako Gratis di Deir Az...
- Khilafah Mulai Masuki Baghdad, Allahuakbar!
- Syeikh Saad Al-Faqih: Saad al-Shathiri Penikam Khi...
- Lihat Video Daulah Islam, Mayoritas Tentara Irak M...
- PERNYATAAN SIKAP JAT TERHADAP YANG MENOLAK KHILAFA...
- Ulama Asal Palestina Berikan dukungan Pada Khilafah
- Steven Sotloff: Obama Menyesatkan Warga AS!
- Daulah Islam Membunuh sesama muslim?
- Istisyhad Dahsyat Mengawali Penaklukan Bandara Dei...
- Ciut Nyali, 400 Tentara Assad Kabur Sebelum Bertempur
- Klarifikasi Atas Berita Bohong Terhadap ustadz Abu...
- "Jihad Media" adalah Setengah dari Jihad Perang
- Israel Berdamai dengan HAMAS Karena Mau Konsentras...
- Subhanallah, Indahnya Kota Mosul dalam Naungan Khi...
- Bertambah Luas, Khilafah Bentuk Satu Provinsi Baru
- Khilafah akan Punya Pasukan Pesawat Tempur, Barat:...
- Spanduk “Tuhan Membusuk” Potret Islam Liberal Di U...
- Jabhah Nushrah dan Ahrar Syam Tangkap 43 Tentara PBB
- Syiah, Kurdi, AS, Rusia Bersatu Serang Khilafah, B...
- Khilafah Kalahkan Pasukan Gabungan AS-Peshmerga, A...
-
▼
September
(68)

